Tipe dan Bentuk Organisasi
Dalam organisasi di Indonesia saat bermacam -macam bentuk organisasi baik bersifat organisasi kemasyarakatan ,atau organisasi partai politik.Bahkan dalam pemerintahan di katakan organisasi beskala nasional.karena organisasi itu terdiri dari anggota dan pengurus.Di dalam bentuk organisasi dapat kita bedakan
sebagai berikut :
1. Piramida Mendatar(flat) menpuanyai ciri-ciri diantaranya :
a. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
b. jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c. Format jabatan untuk tingkatpimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.
2. Piramida Terbalik. Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainyaberdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi / lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.
3. Type Kerucut type organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a.Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki / kewenangan banyak.
b.Rentang kendali sempit.
c.Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat / pimpinan yang bawah/rendah
d.Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
e.Jumlah informasi jabatan cukup besar.
Bentuk Organisasi dalam berorganisasi tentu mempunyai bentuk bentuk organisasi :
1. Bentuk organisasi staff
2. Bentuk organisasi lini
3.Bentuk organisasi fungsional
4. Bentuk organisasi fungsional dan lini
5. Bentuk organisasi fungsional dan staff
6. Bentuk organisasi lini dan staff Struktur atau skema organisasi Struktur atau skema organisasi yaitu satuan organisasi yang mempunyai hubungan dan saluran wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam organisasi.jadi arti organisasi dan tipe organisasi sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi memandan dari segi tata hubungan , wewenang , dan tanggung jawab yang ada dalam suatu organisasi..
sumber : http://ockymcr-hayleywilliams.blogspot.com
Minggu, 01 April 2012
Penulisan Tugas Softskill pertama
Pengertian Organisasi dan Metode
Sebelum
menginjak pada materi membahasan organsisasi, berikuti diuraikan
terlebih dahulu pengertian organisasi dan metode secara lengkap,
terlebih dahulu akan ditinjau secara sekilas arti dari kata organisasi
dan metode. Istilah organisasi dapat diartikan sebagai berikut:
· Wadah : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama.
· Proses : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien.
Sedangkan
istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai
tujuan secara efisien. Pengertian Organisasi dan Metode secara lengkap
adalah Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukanuntuk menibgkatkan
kegunaan segala sumber dan factor yang menentukan bagi berhasilnya
proses Manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika
organisasi atau birokasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah
ditetapkan.
Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
- Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya
- Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen
- Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
- Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.Organisasi adalalah sekumpulan orang yang bekerja sama yang mempunyai tujuan yang sama dan mempunyai manajemen.dan setiap menajemen itu sendiri tidak pernah terlepas dari 4 hal ini di antaranya adalah:P,O,A,C. Yaitu:
- PLANING adalah perencanaan
- Organization adalah pengorganisasi
- Actuniety adalah penepatan sesuai prosedur
- Controling adalah pengawasan
Jadi
sepintar apapun orang dengan beragam title dan sarjana jika ia membuat
organisasi maka ia tak akan terlepas oleh 4 hal ini,karena ini selalu
mencakupi untuk berjalannya roda organisasi itu sendiri.dan begitu
banyak sekali macam-macam definisi organisasi itu sendiri dan saya hanya
menjelaskan define umum organisi dari orang yang termuka diantaranya
adalah:
Definisi organisasi:
Definisi organisasi:
- Menurut chester I bernand(suatu system kegiatan bersama antar 1 orang dan lebih daro 2 orang,sesuatu sifat yang tidak berwujud &tidak bersifat berseorangan dan sebagian besar mengenai hubungan)
- Menurut JOHN M.GOUS(tata hubungan antar orang-orang untuk untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas & dan bertanggung jawab atas tugasnya)
- Menurut JOMES D.MOONEY( bentuk kerjasama manusia untuk pencapai tujuan bersama)
Dan
organisasi itu juga mempunyai pandangan diantaranya adalahsebagai
pandangan wadah”tempat kegiatan dilaksanakan,dan juga sebagai
proses”yaitu hubungan formil dan informal,dan sebagai system.
Organisasi sebagi wadah jadi wadah sebagai tempat pelaksanaan organisasi tersebut
Orgabisasi sebagai proses adalah memperhatikan interaksi atau kerjasama antar anggota dalam organisasi dan proses di bagi menjadi 2 yaitu proses formal dan proses informal
Dan proses formaladalah organisasi pola hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manejemen. Proses informal mempunyai 3 peranan yaitu:
Orgabisasi sebagai proses adalah memperhatikan interaksi atau kerjasama antar anggota dalam organisasi dan proses di bagi menjadi 2 yaitu proses formal dan proses informal
Dan proses formaladalah organisasi pola hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manejemen. Proses informal mempunyai 3 peranan yaitu:
1. untuk saran komunikasi
2. untuk engatur kerjasama
3. untuk memelihara kebebasan dalam bertindak
Organisasise bagai system sosial suatu system antar hubungan sesame manusia
· Sebagai
system fungsional => antar fungsi fungsi yang dikaitkan secra
tertentu & integral untuk mencapai tujuan organisasi
· Komunikasi yakni tata salura antar arus informasi dalam organisasi
Bagaimana
sebuah organisasi bisa dikatakan baik? Organisasi yang baik bisa di
katakan organisasi yang terorganisir, organisasi yang mempunyai visi dan
misi atau tujuan yang jelas, organisasi yang mempunyai perencanaan yang
matang,organisasi yang mempunyai kreatifitas dan inofatif dalam membuat
perencanaan,organisasi yang bisa berkembang sesuai dengan tujuan dan
visi misi yang sudah menjadi kesepakatan. Sekarang ini banyak organisasi
yang gagal. Ini karena hal-hal diatas tidak terpenuhi.
Kerjasamamerupakan
salah satu kunci keberhasilan. Kerjasama yang baik bisa menjadi awal
sebuah organisasi bisa berjalan dengan lancar dan baik,di samping itu
juga perlu adanya komunikasi yang baik pula. Tanpa ada kerjasama dan
komunikasi yang baik,sebuah organisasi tidak akan bisa bertahan lama,
Jika hal-hal itu tidak terpenuhi maka organisasi tidak akan berjalan
dengan baik.
Bentuk Organisasi Niaga
Dalam
pembahasan ini saya akanmembahas bentuk organisasi Niaga yaitu
Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu
persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari
saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang
dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat
diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa
perlu membubarkan perusahaan. PT dipimpin oleh direksi, Sedangkan
pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta
Perseroan
terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum
dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi
pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap
orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan
perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu
sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan
perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab
para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka
keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen
yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh
perseroan terbatas.
Selain
berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi.
Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka
mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan
terbatas tersebut.
Untuk
mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat
oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan
terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta
ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri
kehakiman, tentunya juga harus memenuhi syarat-syarat
· Visi : Untuk menjadi yang terdepan dalam memenuhi kepuasan Mitra Usaha / Klien.
· Misi
: Memberikan pelayanan terbaik kepada Mitra Usaha dengan sistem yang
terintegrasi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia kami sebagai tenaga
terlatih yang profesional sehingga mampu untuk bersaing didunia
internasional.
Struktur Organisasi
Dengan
melakukan pemilihan serta penentuan struktur organisasi yang tepat dan
sesuai dengan situasi dan kondisi dalam perusahaan maka pencapian tujuan
perusahan akan lebih terarah. Selain itu denga struktur organisasi yang
jelas dan baik maka akan dapat diketahui sampai dimana wewenang dan
tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan tugasnya.
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, PT menerapkan struktur organisasi
fungsional dimana organisasi menurut fungsi menyatukan semua orang yang
terlibat dalam satu aktivitas yang disebut fungsi dalam satu group.
Bentuk Fungsional
Ciri–ciri:
Bawahan mendapat perintah dari beberapa pejabat yang masing-masing
menguasai suatu bidang keahlian tertentu dan bertanggung jawab
sepenuhnya atas bidangnya. Pada bentuk ini pimpinan mempercayakan
sepenuhnya kepada para ahli dalam bidang masing-masing.
Kebaikan :
- Bidang pekerjaan khusus diduduki oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan kecintaan akan tugasnya.
- Tanggung jawab atas fungsinya terjamin.
Keburukan :
- Koordiansi sulit dilaksanakan
- Dapat menimbulkan dispersonalisasi
- Keahlian memimpin kurang dapat dijamin
- Atas kesatuan komando sulit dilaksanakan
Adanya
Strukrur Organisai pada perusahaan merupakan manifestasi dan cerminan
dari kekuatan manajemen SDM perusahaan dalam mencapai Visi dam Misi
bisnis perusahaan. Struktur organisasi perusahaan yang tepat, efektif,
dan efisien akan memberikan jaminan kinerja perusahaan yang tinggi,
demikian pula sebaliknya. Jika desain struktur organisasi tidak optimal,
akan mengakibatkan efek yang berkepanjangan terhadap lemahnya kinerja
organisasi perusahaan, meskipun sekarang setiap organisasi sudah maju
tetap saja perusahaan harus memiliki struktur organisasi. Agar
organisasi dapat terkontrol.
Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan
kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Sumber : http://tkampus.blogspot.com/2012/03/arti-organisasi-dan-metode.html
Tugas Softskill yang kedua
Tugas Artikel Sofskill
Nama :
Edwin Novell
Kelas :
1DB14
NPM :
32111321
UNIVERSITAS GUNADARMA
Kata Pengantar
Dengan saya
membuat artikel ini saya ingin menjelaskan Bahwa Peranan Manajemen Organisasi itu
seperti apa dan bagaimana.
Dan karna
itu lah saya ingin menjawab dan menjelaskan apa yang telah saya tuliskan
didalam artikel ini.
Sebab
kenapa saya memilih tema Peranan Manajemen Dalam Organisasi karna buat saya
tugas Manajemen Dalam Organisasi itu gunanya untuk mengatur tugas dalam
organisasi dalam bidang bidangnya dan mengatur kehidupan para manusia yang
bergabung dalam sebuah organisasi itu dan memberikan manfaat bagi semua manusia
agar bisa mengatur jadwalnya dan bidangnya dalam sebuah organisasi.
Tetapi bila
para manusia tidak mengikuti atau tidak bisa mengatur hidupnya dengan cara
memanage hidupnya dalam melakukan aktivitasnya maka dalam segala urusannya akan
gagal dan tidak berhasil sebab karna dari awal saja dia tidak memanage atau
menggunakan jurus manajemen dalam hidupnya.
Dan maka
dari itu lah saya ingin membahas seperti apa Peranan Manajemen dalam
Organisasi. Dan ada beberapa macam dalam suatu manajemen yg akan saya bahas
dalam artikel yang saya ketik ini.
Sudah dulu
ya, mohon maaf bila dalam artikel saya terdapat kekurangannya sebab saya
mengerjakan artikel ini hanya sekedar berbagi info yang sangat berguna bagi semua
manusia yang berada dalam organisasi.
- Pengertian Manajemen.
Pengertian
Manajemen suatu proses dalam melakukan suatu aktifitas dengan mana
pelaksanaannya dengan suatu tujuaan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
Tetapi kebanyakan
orang masih bingung untuk mengerti dalam arti sebuah manajemen sebabnya karna
arti dari sebuah manajemen itu susah diungkapkan dalam sebuah kata kata.
Dan inilah ada
beberapa Ahli yang mengartikan sebuah Manajemen :
a. Hilman
: Mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi dari untuk mencapai sesuatu kegiatan
yg melalui usaha usaha individu untuk mencapai suatu tujuan yg sama
b. G.R
Terry : Manajemen adalah suatu proses yang melibatkan bimbingan atau pengarahan
suatu kelompok orang yang tujuannya kesebuah organisasi atau maksud yang nyata.
c. Mary
Parker Follet : Manajemen adalah suatu usaha atau suatu seni untuk melaksanakan
suatu pekerjaan melalui oranglain atau untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan
cara mengatur orang lain untuk melaksanakan apa saja dalam pekerjaan itu.
- Fungsi Fungsi Manajemen :
Sampai
saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara
teoritis mengenaiapa yang menjadi
fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.Berbagai
pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan
dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:
- Planning : Berbagai batasan untuk tentang planning yang paling sederhana sampai dengan yang sangat rumit
- Organizing (organisasi) : Dua orang atau lebih yang bekerja dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran yang tepat
- Leading : Berguna untuk mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan, memberi semangat dan inspirasi kepada masyarakat supaya mereka lebih bersemangat dalam melakukan hal yang positif
- Directing / Commanding : fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan antara saran perintah yang di instruksikan kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing masing agar tugas dilaksanakan dengan baik dan benar
- Motivating : pemotivasian terhadap berupa pemberian inspirasi semangat, dan dorongan kepada bawahan.
- Coordinating : salah satu fungsi untuk melakukan berbagi kegiatan agar tidak terjadi kekacauan dalam sebuah organisasi.
- Controlling : sering disebut pengendalian salah satu guna dalam manajemen yang berupa mengadakan penilaian bila perlu mengadakan koreksi.
- Filsafat Manajemen :
Berbagai teori
manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat
idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari
segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam
manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman
dan skandinavia. Dan inilah macam macam dari filsafat :
- Filsafat Realisme : dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah dan filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
- Filsafat neo-thomisme : kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan dan filsafat ini banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible.
- Filsafat Pragmatisme : engalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum dan filsafat ini paling ang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public.
- Filsafat Eksistensialisme : kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang dan filsafat ini berguna bagi peran manusia menjadi perhatian utama.
- Praktik Manajemen
Aplikasi dari filsafat melahirkan
beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George
R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain :
1.
Manajemen Partisipasi
2.
Manajemen berdasarkan hasil (result management)
3.
Manajemen Memperkaya pekerjaan
4.
Manajemen Prioritas produktifitas
5.
Manajemen berdasarkan kemungkinan
6.
Manajemen pemanfaatan konflik
Odiorne membagi
praktek manajemen dengan beberapa tahapan :
1.
Manajemen memaksa
2.
Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan
3.
Manajemen menggunakan tekanan
4.
Manajemen menurut keadaan
Bennet
Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara
lain :
1.
Manajemen Teknologis
2.
Manajemen administratif
3.
Manajemen sistem kemanusiaan
4.
Manajemen ilmiah
- Tingkatan Manajemen :
1.
Manajer lini garis-pertama (first line) adalah
tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan
mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang
lain.
2.
Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen
menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer
menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya
kadang-kadang juga karyawan operasional.
3.
Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang
relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan
dari organisasi.
- Peran Manajer
Henry
Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada
sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian
mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1.
Peran antarpribadi : Merupakan peran yang melibatkan
orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini
meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.
Peran Informasional : Meliputi peran manajer sebagai
pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.
Peran Pengambilan Keputusan : Yang termasuk dalam
kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah,
pembagi sumber daya, dan perunding.
- Keterampilan Manajer
1.
Keterampilan Konseptual
: Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk
membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi
suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses
penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut
sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu,
keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana
kerja.
2.
Keterampilan
dalam berhubungan dalam orang lain : Selain kemampuan konsepsional, manajer
juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan
berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan
yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan
akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka
kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan
manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.
Keterampilan
Teknis : Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada
tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk
menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer,
memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain
4.
Keterampilan Manajemen
Waktu : Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer
untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan
contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer,
Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama
50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya
adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap
menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu
saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu
yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti
membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
5.
Keterampilan Membuat
Keputusan : Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan
cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang
paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top
manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan.
Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai
alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus
mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang
dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan
alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap
berada di jalur yang benar.
- Peranan Fungsi Manajemen dalam Organisasi
a. Manajemen
Sumber daya Manusia : adalah proses serta upaya untuk merekrut,
mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia
yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya
b. Manajemen
Produksi dan Operasi : rangkaian proses
pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam
menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen.
- Proses Manajemen Sumber Daya Manusia :
1. Human Resource Planning : merencanakan
kebutuhan dan pemanfaatan SDM bagi perusahaan
2.
Personnel Procurement : Mencari mendapatkan SDM termasuk
kedalam rekrutmen serta kontrak kerja
3.
Personnel Development : Mengembangkan SDM termasuk
didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan.
sumber : wikipedia, google.com, staffsite,gunadarma,ac.id dan asas asas gunadarma
Kamis, 15 Maret 2012
Rentang Manajemen (Span Of Controll)
Tugas Softskill Organisasi dan Metode
Kelompok 6 :
1. Andi Rachmansyah
2. Dwityaning Putri
3. Edwin Novell
4. Luluk Dwi Mawarni
5. Nisrina Sumarno
6. Rangga Wibowo
7. Reza Aditya Saputra
Rentang Manajemen
Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.
Istilah-istilah lain rentang manajemen:
1. span of control
2. Span of authority
3. Span of attention atau span of supervision
Rentang Manajemen dan Tingkatan Organisasional
A. 1 Tingkatan Manajemen
1 Manajer Rentangan datar (Flat)
(32) Karyawan
B. 2 Tingkatan Manajemen
5 Manajer Rentangan lebih tinggi
C. 3 Tingkatan Manajemen
11 Manajer
Rentang Tinggi (tall)
PENJELASAN
Suatu organisasi (secara teoritik) dengan 32 tenaga operatif ditunjukan dalam tiga struktur rentang manajemen, di mana setiap struktur memerlukan jumlah manajer yang berbeda.
1. Pada struktur A, seorang menajer mengawasi secara langsung keseluruhan 32 bawahan, yang menghasilakn rentang manajemen yang sangat lebar dan struktur organisasi yang datar (flat).
Kelompok 6 :
1. Andi Rachmansyah
2. Dwityaning Putri
3. Edwin Novell
4. Luluk Dwi Mawarni
5. Nisrina Sumarno
6. Rangga Wibowo
7. Reza Aditya Saputra
Rentang Manajemen
Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.
Istilah-istilah lain rentang manajemen:
1. span of control
2. Span of authority
3. Span of attention atau span of supervision
Hubungan rentang manajemen dan koordinasi:
”Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.”
”Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.”
Alasan mengapa penentuan rentang yang tepat sangat penting adalah:
1. Retang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
Terlalu melebarnya rentang berarti manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.
Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbebtuk ”tall” dengan banyak tingkat pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang manajemen yang melebar akan menghasilkan struktur yang berbentuk ”flat” yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.
1. Retang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
Terlalu melebarnya rentang berarti manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.
Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbebtuk ”tall” dengan banyak tingkat pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang manajemen yang melebar akan menghasilkan struktur yang berbentuk ”flat” yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.
Jumlah Rentang Yang Ideal
Menurut Henri Fayol
Jumlah maksimum bawahan yang dapat dikendalikan oleh setiap pengawas produksi dalam organisasi adalah 20 sampai 30 karyawan, sedang setiap kepala pengawas (superintendent) dapat mengawasi hanya 3 atau4 pengawas produksi.
Menurut V.A. Graicunas (Konsultan dan ahli Matematika Perancis)
Dalam memilih suatu rentangan, menajer harus mempertimbangkan tidak hanya hubungan satu dengan satu secara langsung dengan bawahan yang diawasi tetapi juga hubungan mereka dengan bawahan dalam kelompok dua atau lebih. Jadi, dengan tiga karyawan seorang manajer mempunyai hubungan dengan setiap individu, dan dengan tiga kelompok yang berbeda, yaitu kombinasi dari setiap dua karyawan, dan dengan kelompok yang terdiri dari ketiganya.
Pendekatan Graicunas:
Keterangan:
R = Jumlah Hubungan
n = jumlah bawahan
Menurut Lyndall F. Urwick
Tidak ada eksekutif yang dapat mengendalikan secara langsung kerja lebih dari lima, atau paling banyak enam bawahan.
Menurut Henri Fayol
Jumlah maksimum bawahan yang dapat dikendalikan oleh setiap pengawas produksi dalam organisasi adalah 20 sampai 30 karyawan, sedang setiap kepala pengawas (superintendent) dapat mengawasi hanya 3 atau4 pengawas produksi.
Menurut V.A. Graicunas (Konsultan dan ahli Matematika Perancis)
Dalam memilih suatu rentangan, menajer harus mempertimbangkan tidak hanya hubungan satu dengan satu secara langsung dengan bawahan yang diawasi tetapi juga hubungan mereka dengan bawahan dalam kelompok dua atau lebih. Jadi, dengan tiga karyawan seorang manajer mempunyai hubungan dengan setiap individu, dan dengan tiga kelompok yang berbeda, yaitu kombinasi dari setiap dua karyawan, dan dengan kelompok yang terdiri dari ketiganya.
Pendekatan Graicunas:
Keterangan:
R = Jumlah Hubungan
n = jumlah bawahan
Menurut Lyndall F. Urwick
Tidak ada eksekutif yang dapat mengendalikan secara langsung kerja lebih dari lima, atau paling banyak enam bawahan.
Menurut Jendral Ian Hamilton
Otak rata-rata manusia hanya memiliki ruang lingkup yang efektif dalam penanganan dari tiga sampai enam otak manusia lainnya.
Meskipun begitu jumlah rentang menejemen yang mutlak ideal sulit ditentukan, karena hal ini tergantung pada banyak variabel, seperti besarnya organisasi, teknologi, spesialisasi, kegiatan-kegiatan rutin, tingkat manajemen dan sifat-sifat pekerjaan lainnya. Karena itu para penulis hanya dapat menemukan rentang yang optimal untuk situasi khusus melalui penentuan batasan rentangan bagi organisasi pada umumnya.
Otak rata-rata manusia hanya memiliki ruang lingkup yang efektif dalam penanganan dari tiga sampai enam otak manusia lainnya.
Meskipun begitu jumlah rentang menejemen yang mutlak ideal sulit ditentukan, karena hal ini tergantung pada banyak variabel, seperti besarnya organisasi, teknologi, spesialisasi, kegiatan-kegiatan rutin, tingkat manajemen dan sifat-sifat pekerjaan lainnya. Karena itu para penulis hanya dapat menemukan rentang yang optimal untuk situasi khusus melalui penentuan batasan rentangan bagi organisasi pada umumnya.
Rentang Manajemen dan Tingkatan Organisasional
A. 1 Tingkatan Manajemen
1 Manajer Rentangan datar (Flat)
(32) Karyawan
B. 2 Tingkatan Manajemen
5 Manajer Rentangan lebih tinggi
C. 3 Tingkatan Manajemen
11 Manajer
Rentang Tinggi (tall)
PENJELASAN
Suatu organisasi (secara teoritik) dengan 32 tenaga operatif ditunjukan dalam tiga struktur rentang manajemen, di mana setiap struktur memerlukan jumlah manajer yang berbeda.
1. Pada struktur A, seorang menajer mengawasi secara langsung keseluruhan 32 bawahan, yang menghasilakn rentang manajemen yang sangat lebar dan struktur organisasi yang datar (flat).
2. Pada struktur B, menunjukan rentangan manajemen yang lebih sempit dan struktur organisasi yang lebih tinggi.
3. Pada struktur C, dengan retang manajemen hanya 4 ada 11 manajemen dengan 3 tingkatan, yang membuat rentang manajemen sangat sempit dan struktur organisasi sangat tinggi.
3. Pada struktur C, dengan retang manajemen hanya 4 ada 11 manajemen dengan 3 tingkatan, yang membuat rentang manajemen sangat sempit dan struktur organisasi sangat tinggi.
A. Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit
1. Rentang Manajemen Yang Melebar
Alasan digunakan: Tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas ke bawah.
2. Lebih banyak jumlah tingkatan yang dilalui informasi, lebih besar kemungkinan penyimpangan atau distorsi.
3. Penambahan tingkatan menajemen memakan biaya, karena memerlukan penambahan gaji meterial.
4. Penggunaan sumber daya manajer secara efisien.
B. Rentang Manajemen Yang Menyempit
Alasan digunkan: pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi-organisasi kecil daripada dalam organisasi-organisasi besar.
1. Penggunaan rentang manajemen terlalu melebar berarti manajer tidak akan dapat menjalankan fungsi-fungsi dengan efektif dan mencurahkan perhatiannya kepada seluruh bawahan secara perseorangan.
2. Koordinasi dan kooperasi berkembang baik, karena setiap individu mengelola fungsi sendiri dan dengan bantuan minimum dari atasan.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen
1. Rentang Manajemen Yang Melebar
Alasan digunakan: Tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas ke bawah.
2. Lebih banyak jumlah tingkatan yang dilalui informasi, lebih besar kemungkinan penyimpangan atau distorsi.
3. Penambahan tingkatan menajemen memakan biaya, karena memerlukan penambahan gaji meterial.
4. Penggunaan sumber daya manajer secara efisien.
B. Rentang Manajemen Yang Menyempit
Alasan digunkan: pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi-organisasi kecil daripada dalam organisasi-organisasi besar.
1. Penggunaan rentang manajemen terlalu melebar berarti manajer tidak akan dapat menjalankan fungsi-fungsi dengan efektif dan mencurahkan perhatiannya kepada seluruh bawahan secara perseorangan.
2. Koordinasi dan kooperasi berkembang baik, karena setiap individu mengelola fungsi sendiri dan dengan bantuan minimum dari atasan.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen
Pada dasarnya faktor-faktor pengaruh yang dipertimbangkan adalah:
1. Kesamaan fungsi-fungsi
Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2. Kedekatan geografis
Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
Semakin sedikit pengawasan lengsung dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan
Semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer.
Semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas.
Lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.
1. Kesamaan fungsi-fungsi
Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2. Kedekatan geografis
Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
Semakin sedikit pengawasan lengsung dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan
Semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer.
Semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas.
Lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.
Secara
ringkas, tidak ada rumusan ajaib yang dapat menentukan ukuran rentang
manajemn yang tepat. Contigency approach dalam mana ukuiran rentangan
bervariasi menurut beberapa variabel memberikan pengertian tersebut.
D. Faktor-faktor lain yang dapat digunakan sebagai pedoman:
1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi.
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Pekerjaan bersifat rutin
B. Operasi-operasi stabil
C. Pekerjaan bawahan sejenis
D. Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan lain
E. Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi
F. Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.
2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
B. Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.
3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan.
Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
B. Manajer menerima bantuan dalam pelaksaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
C. Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
D. Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas daripada ketat.
http://aditiaa.blogspot.com/2009/03/koordinasi-dan-rentang-manajemen.html
1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi.
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Pekerjaan bersifat rutin
B. Operasi-operasi stabil
C. Pekerjaan bawahan sejenis
D. Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan lain
E. Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi
F. Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.
2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
B. Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.
3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan.
Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
A. Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
B. Manajer menerima bantuan dalam pelaksaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
C. Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
D. Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas daripada ketat.
http://aditiaa.blogspot.com/2009/03/koordinasi-dan-rentang-manajemen.html
Jumat, 06 Januari 2012
Kamis, 24 November 2011
Ciri ciri cowok yang selingkuh
Tak butuh sukses, terkenal atau banyak uang untuk selingkuh, siapa saja
bisa berselingkuh. Entah ia punya uang, kekuasaan, atau malah tidak
punya keduanya, tetap ada kesempatan untuk berselingkuh. Sisi baiknya,
selingkuh ini tidak pilih-pilih, tidak mengenal SARA, kaya atau miskin,
pendek atau tinggi, gemuk atau langsing, namun sisi buruknya selingkuh
tetaplah sebuah kecurangan di dalam komitmen cinta yang tentu saja
merugikan.
Perselingkuhan memang membuat orang pusing, bahkan bisa jadi membuat orang depresi. Tetapi tahan dulu nafas Anda, karena sebenarnya yang namanya selingkuh itu tidak hanya satu. Menurut Dr. Doug Weiss, pemilik situs SexAddict.com, seperti dilansir dalam BettyConfidential, ada enam tipe pria selingkuh yang digolongkan berdasarkan sifat dan kebutuhan mereka.
1. Tipe Pemburu
Pada umumnya mereka gemar tantangan dan suka akan hubungan singkat. Mereka tidak suka terikat pada seseorang dalam jangka waktu yang panjang, untuk itu cenderung mereka lebih suka one night stand. Tipe pemburu ini lebih suka berselingkuh dengan mereka yang memang butuh dan mau. Tentu saja orientasi mereka adalah seks. Mereka cenderung mencari wanita muda, cantik, seksi dan tidak mau terikat
2. Tipe Pahlawan
Ternyata pria peselingkuh juga bisa muncul sebagai pahlawan lho. Mereka mungkin sudah memiliki pasangan, tetapi mereka selalu menunjukkan perhatian, kebaikan dan kasih sayang yang seolah-olah tulus dan setia, padahal mereka berselingkuh. Di mata beberapa orang mereka adalah pahlawan banyak wanita, bahkan wanita rela diduakan dan menganggap mereka sebagai pasangan yang sempurna.
3. Tipe Korban
Mereka adalah orang yang mengaku sudah tak ada lagi rasa cinta dengan pasangan, terkadang mereka menyusun cerita hidupnya yang memilukan, dan membuatnya seakan menjadi korban yang perlu dikasihani dan ditolong. Mereka cenderung memanfaatkan hati wanita yang lembut dan mudah kasihan, dan terkadang mereka rela menunjukkan kelemahan serta air mata hanya demi simpati wanita saja
4. Tipe Profesional
Tipe yang ini tidak butuh cinta, kasih sayang atau perhatian, yang mereka butuhkan adalah sosok yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, terutama dalam seks. Mereka juga tak akan peduli jika pasangan selingkuhnya sudah memiliki pasangan lain. Yang penting mau sama mau, suka sama suka.
5. Tipe Oportunis
Tipe yang satu ini memang sengaja berselingkuh untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, bukan hanya dalam urusan seks, tetapi juga ekonomi, atau sekedar gengsi
6. Tipe Pemuja
Mereka berselingkuh hanya untuk mencari suatu kelebihan yang tidak ditemukan pada pasangannya. Misal, ras, bentuk tubuh, karakter, tinggi badan. Dan cenderung, mereka berganti-ganti pasangan, apalagi jika pasangan aslinya tidak seperti keinginannya
sumber : www.dhaniels.com
Perselingkuhan memang membuat orang pusing, bahkan bisa jadi membuat orang depresi. Tetapi tahan dulu nafas Anda, karena sebenarnya yang namanya selingkuh itu tidak hanya satu. Menurut Dr. Doug Weiss, pemilik situs SexAddict.com, seperti dilansir dalam BettyConfidential, ada enam tipe pria selingkuh yang digolongkan berdasarkan sifat dan kebutuhan mereka.
1. Tipe Pemburu
Pada umumnya mereka gemar tantangan dan suka akan hubungan singkat. Mereka tidak suka terikat pada seseorang dalam jangka waktu yang panjang, untuk itu cenderung mereka lebih suka one night stand. Tipe pemburu ini lebih suka berselingkuh dengan mereka yang memang butuh dan mau. Tentu saja orientasi mereka adalah seks. Mereka cenderung mencari wanita muda, cantik, seksi dan tidak mau terikat
2. Tipe Pahlawan
Ternyata pria peselingkuh juga bisa muncul sebagai pahlawan lho. Mereka mungkin sudah memiliki pasangan, tetapi mereka selalu menunjukkan perhatian, kebaikan dan kasih sayang yang seolah-olah tulus dan setia, padahal mereka berselingkuh. Di mata beberapa orang mereka adalah pahlawan banyak wanita, bahkan wanita rela diduakan dan menganggap mereka sebagai pasangan yang sempurna.
3. Tipe Korban
Mereka adalah orang yang mengaku sudah tak ada lagi rasa cinta dengan pasangan, terkadang mereka menyusun cerita hidupnya yang memilukan, dan membuatnya seakan menjadi korban yang perlu dikasihani dan ditolong. Mereka cenderung memanfaatkan hati wanita yang lembut dan mudah kasihan, dan terkadang mereka rela menunjukkan kelemahan serta air mata hanya demi simpati wanita saja
4. Tipe Profesional
Tipe yang ini tidak butuh cinta, kasih sayang atau perhatian, yang mereka butuhkan adalah sosok yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, terutama dalam seks. Mereka juga tak akan peduli jika pasangan selingkuhnya sudah memiliki pasangan lain. Yang penting mau sama mau, suka sama suka.
5. Tipe Oportunis
Tipe yang satu ini memang sengaja berselingkuh untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, bukan hanya dalam urusan seks, tetapi juga ekonomi, atau sekedar gengsi
6. Tipe Pemuja
Mereka berselingkuh hanya untuk mencari suatu kelebihan yang tidak ditemukan pada pasangannya. Misal, ras, bentuk tubuh, karakter, tinggi badan. Dan cenderung, mereka berganti-ganti pasangan, apalagi jika pasangan aslinya tidak seperti keinginannya
sumber : www.dhaniels.com
Tanda Tanda cewek suka sama cowok
1. Meletakkan jari di antara gigi. Jari yang saya maksud di sini tentu
saja semua jari tangan (kecuali jari tengah) dan bukan jari kaki. Jari
tengah tidak termasuk karena akan memberikan “makna yang berbeda”.
2. Mengedipkan matanya lebih sering daripada biasanya ketika berbicara dengan anda. Tapi harus anda pastikan dulu itu bukan karena kelilipan.
3. Memilin-milin rambut dengan jarinya ketika dia sedang menatap anda. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana dengan wanita berjilbab?
4. Menatap mata anda dengan tatapan dalam dan pupil matanya membesar. Akan sangat susah melihat fenomena ini pada wanita yang mengidap katarak.
5. Ikut tertawa dengan anda ketika anda menertawakan suatu hal yang bahkan mungkin tidak lucu menurut dia. Ketika ngobrol dengan dia cobalah untuk menertawakan suatu hal yang jauh dari kategori lucu, dan perhatikan reaksinya.
6. Menyentuh pipi atau menggosok dagunya dengan lembut. Hal ini merupakan pertanda dia sedang berpikir bahwa dia merasa cocok dengan anda dalam beberapa hal.
7. Mengangkat alis kemudian menurunkannya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa dia tertarik dengan anda.
8. Berusaha mengikuti cara anda berbicara baik itu dari cepat lambatnya anda berbicara maupun tinggi rendahnya suara anda.
9. Menyentuh lengan, bahu, tangan atau paha anda ketika berbicara dengan anda.
10. Melipat kedua tangannya di atas meja ketika sedang berbicara dengan anda dengan cara meletakkan siku di atas punggung tangan yang satu, sementara tangan memegang siku yang lainnya dengan punggung tangan menghadap anda.
sumber : www.dhaniels.com
2. Mengedipkan matanya lebih sering daripada biasanya ketika berbicara dengan anda. Tapi harus anda pastikan dulu itu bukan karena kelilipan.
3. Memilin-milin rambut dengan jarinya ketika dia sedang menatap anda. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana dengan wanita berjilbab?
4. Menatap mata anda dengan tatapan dalam dan pupil matanya membesar. Akan sangat susah melihat fenomena ini pada wanita yang mengidap katarak.
5. Ikut tertawa dengan anda ketika anda menertawakan suatu hal yang bahkan mungkin tidak lucu menurut dia. Ketika ngobrol dengan dia cobalah untuk menertawakan suatu hal yang jauh dari kategori lucu, dan perhatikan reaksinya.
6. Menyentuh pipi atau menggosok dagunya dengan lembut. Hal ini merupakan pertanda dia sedang berpikir bahwa dia merasa cocok dengan anda dalam beberapa hal.
7. Mengangkat alis kemudian menurunkannya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa dia tertarik dengan anda.
8. Berusaha mengikuti cara anda berbicara baik itu dari cepat lambatnya anda berbicara maupun tinggi rendahnya suara anda.
9. Menyentuh lengan, bahu, tangan atau paha anda ketika berbicara dengan anda.
10. Melipat kedua tangannya di atas meja ketika sedang berbicara dengan anda dengan cara meletakkan siku di atas punggung tangan yang satu, sementara tangan memegang siku yang lainnya dengan punggung tangan menghadap anda.
sumber : www.dhaniels.com
Langganan:
Postingan (Atom)
