Minggu, 01 April 2012

Tugas Softskill yang kedua

Tugas Artikel Sofskill




Nama                   : Edwin Novell
Kelas          : 1DB14
NPM           : 32111321




























UNIVERSITAS GUNADARMA


Kata Pengantar


            Dengan saya membuat artikel ini saya ingin menjelaskan Bahwa Peranan Manajemen Organisasi itu seperti apa dan bagaimana.
            Dan karna itu lah saya ingin menjawab dan menjelaskan apa yang telah saya tuliskan didalam artikel ini.
            Sebab kenapa saya memilih tema Peranan Manajemen Dalam Organisasi karna buat saya tugas Manajemen Dalam Organisasi itu gunanya untuk mengatur tugas dalam organisasi dalam bidang bidangnya dan mengatur kehidupan para manusia yang bergabung dalam sebuah organisasi itu dan memberikan manfaat bagi semua manusia agar bisa mengatur jadwalnya dan bidangnya dalam sebuah organisasi.
            Tetapi bila para manusia tidak mengikuti atau tidak bisa mengatur hidupnya dengan cara memanage hidupnya dalam melakukan aktivitasnya maka dalam segala urusannya akan gagal dan tidak berhasil sebab karna dari awal saja dia tidak memanage atau menggunakan jurus manajemen dalam hidupnya.
            Dan maka dari itu lah saya ingin membahas seperti apa Peranan Manajemen dalam Organisasi. Dan ada beberapa macam dalam suatu manajemen yg akan saya bahas dalam artikel yang saya ketik ini.
            Sudah dulu ya, mohon maaf bila dalam artikel saya terdapat kekurangannya sebab saya mengerjakan artikel ini hanya sekedar berbagi info yang sangat berguna bagi semua manusia yang berada dalam organisasi.
























  1. Pengertian Manajemen.

Pengertian Manajemen suatu proses dalam melakukan suatu aktifitas dengan mana pelaksanaannya dengan suatu tujuaan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
Tetapi kebanyakan orang masih bingung untuk mengerti dalam arti sebuah manajemen sebabnya karna arti dari sebuah manajemen itu susah diungkapkan dalam sebuah kata kata.
Dan inilah ada beberapa Ahli yang mengartikan sebuah Manajemen :
a.       Hilman : Mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi dari untuk mencapai sesuatu kegiatan yg melalui usaha usaha individu untuk mencapai suatu tujuan yg sama
b.      G.R Terry : Manajemen adalah suatu proses yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang yang tujuannya kesebuah organisasi atau maksud yang nyata.
c.       Mary Parker Follet : Manajemen adalah suatu usaha atau suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui oranglain atau untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan apa saja dalam pekerjaan itu.

  1. Fungsi Fungsi Manajemen :

Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenaiapa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dengan dikemukakannya pendapat beberapa penulis sebagai berikut:
    1. Planning : Berbagai batasan untuk tentang planning yang paling sederhana sampai dengan yang sangat rumit
    2. Organizing (organisasi) : Dua orang atau lebih yang bekerja dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran yang tepat
    3. Leading : Berguna untuk mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan, memberi semangat dan inspirasi kepada masyarakat supaya mereka lebih bersemangat dalam melakukan hal yang positif
    4. Directing /  Commanding : fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan antara saran perintah yang di instruksikan kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing masing agar tugas dilaksanakan dengan baik dan benar
    5. Motivating : pemotivasian terhadap berupa pemberian inspirasi semangat, dan dorongan kepada bawahan.
    6. Coordinating : salah satu fungsi untuk melakukan berbagi kegiatan agar tidak terjadi kekacauan dalam sebuah organisasi.
    7. Controlling : sering disebut pengendalian salah satu guna dalam manajemen yang berupa mengadakan penilaian bila perlu mengadakan koreksi.
  1. Filsafat Manajemen :

Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia. Dan inilah macam macam dari filsafat :
    1. Filsafat Realisme : dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah dan filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
    2. Filsafat neo-thomisme : kenyataan itu rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan dan filsafat ini banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible.
    3. Filsafat Pragmatisme : engalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum dan filsafat ini paling ang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public.
    4. Filsafat Eksistensialisme : kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang dan filsafat ini berguna bagi peran manusia menjadi perhatian utama.


  1. Praktik Manajemen

Aplikasi dari filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain :
1.      Manajemen Partisipasi
2.      Manajemen berdasarkan hasil (result management)
3.      Manajemen Memperkaya pekerjaan
4.      Manajemen Prioritas produktifitas
5.      Manajemen berdasarkan kemungkinan
6.      Manajemen pemanfaatan konflik
Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa tahapan :
1.      Manajemen memaksa
2.      Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan
3.      Manajemen menggunakan tekanan
4.      Manajemen menurut keadaan
Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara lain :
1.      Manajemen Teknologis
2.      Manajemen administratif
3.      Manajemen sistem kemanusiaan
4.      Manajemen ilmiah
  1. Tingkatan Manajemen :
1.      Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
2.      Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
3.      Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.

  1. Peran Manajer
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1.      Peran antarpribadi : Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
2.      Peran Informasional : Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
3.      Peran Pengambilan Keputusan : Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

  1. Keterampilan Manajer
1.      Keterampilan Konseptual : Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2.      Keterampilan dalam berhubungan dalam orang lain : Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

3.      Keterampilan Teknis : Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain
4.      Keterampilan Manajemen Waktu : Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
5.      Keterampilan Membuat Keputusan : Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.


  1. Peranan Fungsi Manajemen dalam Organisasi
a.       Manajemen Sumber daya Manusia : adalah proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya
b.      Manajemen Produksi dan Operasi : rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen.

  1. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia :
1.      Human Resource Planning : merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan SDM bagi perusahaan
2.      Personnel Procurement : Mencari mendapatkan SDM termasuk kedalam rekrutmen serta kontrak kerja
3.      Personnel Development : Mengembangkan SDM termasuk didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan.




sumber : wikipedia, google.com, staffsite,gunadarma,ac.id dan asas asas gunadarma

Kamis, 15 Maret 2012

Rentang Manajemen (Span Of Controll)

Tugas Softskill Organisasi dan Metode


Kelompok 6 :
1. Andi Rachmansyah
2. Dwityaning Putri
3. Edwin Novell
4. Luluk Dwi Mawarni
5. Nisrina Sumarno
6. Rangga Wibowo
7. Reza Aditya Saputra


Rentang Manajemen
Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.

Istilah-istilah lain rentang manajemen:
1. span of control
2. Span of authority
3. Span of attention atau span of supervision



Hubungan rentang manajemen dan koordinasi:
”Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.”

Alasan mengapa penentuan rentang yang tepat sangat penting adalah:
1.  Retang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
Terlalu melebarnya rentang berarti manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2.  Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.
Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbebtuk ”tall” dengan banyak tingkat pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang manajemen yang melebar akan menghasilkan struktur yang berbentuk ”flat” yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.

Jumlah Rentang Yang Ideal

Menurut Henri Fayol
Jumlah maksimum bawahan yang dapat dikendalikan oleh setiap pengawas produksi dalam organisasi adalah 20 sampai 30 karyawan, sedang setiap kepala pengawas (superintendent) dapat mengawasi hanya 3 atau4 pengawas produksi.

Menurut V.A. Graicunas (Konsultan dan ahli Matematika Perancis)
Dalam memilih suatu rentangan, menajer harus mempertimbangkan tidak hanya hubungan satu dengan satu secara langsung dengan bawahan yang diawasi tetapi juga hubungan mereka dengan bawahan dalam kelompok dua atau lebih. Jadi, dengan tiga karyawan seorang manajer mempunyai hubungan dengan setiap individu, dan dengan tiga kelompok yang berbeda, yaitu kombinasi dari setiap dua karyawan, dan dengan kelompok yang terdiri dari ketiganya.
Pendekatan Graicunas:

Keterangan:
R = Jumlah Hubungan
n = jumlah bawahan



Menurut Lyndall F. Urwick
Tidak ada eksekutif yang dapat mengendalikan secara langsung kerja lebih dari lima, atau paling banyak enam bawahan.

Menurut Jendral Ian Hamilton
Otak rata-rata manusia hanya memiliki ruang lingkup yang efektif dalam penanganan dari tiga sampai enam otak manusia lainnya.
Meskipun begitu jumlah rentang menejemen yang mutlak ideal sulit ditentukan, karena hal ini tergantung pada banyak variabel, seperti besarnya organisasi, teknologi, spesialisasi, kegiatan-kegiatan rutin, tingkat manajemen dan sifat-sifat pekerjaan lainnya. Karena itu para penulis hanya dapat menemukan rentang yang optimal untuk situasi khusus melalui penentuan batasan rentangan bagi organisasi pada umumnya.

Rentang Manajemen dan Tingkatan Organisasional

A. 1  Tingkatan Manajemen
 1 Manajer Rentangan datar (Flat)
   (32) Karyawan

B. 2 Tingkatan Manajemen
5 Manajer Rentangan lebih tinggi

C. 3 Tingkatan Manajemen
11 Manajer 
Rentang Tinggi (tall)


PENJELASAN
Suatu organisasi (secara teoritik) dengan 32 tenaga operatif ditunjukan dalam tiga struktur rentang manajemen, di mana setiap struktur memerlukan jumlah manajer yang berbeda.
1.   Pada struktur A, seorang menajer mengawasi secara langsung keseluruhan 32 bawahan, yang menghasilakn rentang manajemen yang sangat lebar dan struktur organisasi yang datar (flat). 
2.  Pada struktur B, menunjukan rentangan manajemen yang lebih sempit dan struktur organisasi yang lebih tinggi.
3.  Pada struktur C, dengan retang manajemen hanya 4 ada 11 manajemen dengan 3 tingkatan, yang membuat rentang manajemen sangat sempit dan struktur organisasi sangat tinggi.

A. Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit

1.  Rentang Manajemen Yang Melebar
    Alasan digunakan: Tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu             penyebaran informasi dari atas ke bawah.
2.  Lebih banyak jumlah tingkatan yang dilalui informasi, lebih besar kemungkinan penyimpangan atau distorsi.
3.  Penambahan tingkatan menajemen memakan biaya, karena memerlukan penambahan gaji meterial.
4.  Penggunaan sumber daya manajer secara efisien.

B. Rentang Manajemen Yang Menyempit
    Alasan digunkan: pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi-organisasi kecil daripada dalam organisasi-organisasi besar.
1.  Penggunaan rentang manajemen terlalu melebar berarti manajer tidak akan dapat menjalankan fungsi-fungsi dengan efektif dan mencurahkan perhatiannya kepada seluruh bawahan secara perseorangan.
2.  Koordinasi dan kooperasi berkembang baik, karena setiap individu mengelola fungsi sendiri dan dengan bantuan minimum dari atasan.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen
      Pada dasarnya faktor-faktor pengaruh yang dipertimbangkan adalah:
    1. Kesamaan fungsi-fungsi
       Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
    2. Kedekatan geografis
        Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
    3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
        Semakin sedikit pengawasan lengsung dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
    4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan
        Semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
    5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer.
        Semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
   6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas.
       Lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.

Secara ringkas, tidak ada rumusan ajaib yang dapat menentukan ukuran rentang manajemn yang tepat. Contigency approach dalam mana ukuiran rentangan bervariasi menurut beberapa variabel memberikan pengertian tersebut.


D. Faktor-faktor lain yang dapat digunakan sebagai pedoman:
     1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi.
        Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
        A. Pekerjaan bersifat rutin
        B. Operasi-operasi stabil
        C. Pekerjaan bawahan sejenis
        D. Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan lain
        E. Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi
        F. Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

    2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan
        Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
        A. Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
        B. Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.

   3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan.
       Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
       A. Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
       B. Manajer menerima bantuan dalam pelaksaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
       C. Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
       D. Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas daripada ketat.













http://aditiaa.blogspot.com/2009/03/koordinasi-dan-rentang-manajemen.html
 

Jumat, 06 Januari 2012

Tugas Manajemen Umum (ke-3)

                                                           Tugas Makalah


                                                                     

Nama      : Edwin Novell
Kelas      : 1DB14
NPM       : 32111321











                                              Universitas Gunadarma





Kamis, 24 November 2011

Ciri ciri cowok yang selingkuh

Tak butuh sukses, terkenal atau banyak uang untuk selingkuh, siapa saja bisa berselingkuh. Entah ia punya uang, kekuasaan, atau malah tidak punya keduanya, tetap ada kesempatan untuk berselingkuh. Sisi baiknya, selingkuh ini tidak pilih-pilih, tidak mengenal SARA, kaya atau miskin, pendek atau tinggi, gemuk atau langsing, namun sisi buruknya selingkuh tetaplah sebuah kecurangan di dalam komitmen cinta yang tentu saja merugikan.

Perselingkuhan memang membuat orang pusing, bahkan bisa jadi membuat orang depresi. Tetapi tahan dulu nafas Anda, karena sebenarnya yang namanya selingkuh itu tidak hanya satu. Menurut Dr. Doug Weiss, pemilik situs SexAddict.com, seperti dilansir dalam BettyConfidential, ada enam tipe pria selingkuh yang digolongkan berdasarkan sifat dan kebutuhan mereka.

1. Tipe Pemburu

Pada umumnya mereka gemar tantangan dan suka akan hubungan singkat. Mereka tidak suka terikat pada seseorang dalam jangka waktu yang panjang, untuk itu cenderung mereka lebih suka one night stand. Tipe pemburu ini lebih suka berselingkuh dengan mereka yang memang butuh dan mau. Tentu saja orientasi mereka adalah seks. Mereka cenderung mencari wanita muda, cantik, seksi dan tidak mau terikat

2. Tipe Pahlawan

Ternyata pria peselingkuh juga bisa muncul sebagai pahlawan lho. Mereka mungkin sudah memiliki pasangan, tetapi mereka selalu menunjukkan perhatian, kebaikan dan kasih sayang yang seolah-olah tulus dan setia, padahal mereka berselingkuh. Di mata beberapa orang mereka adalah pahlawan banyak wanita, bahkan wanita rela diduakan dan menganggap mereka sebagai pasangan yang sempurna.

3. Tipe Korban

Mereka adalah orang yang mengaku sudah tak ada lagi rasa cinta dengan pasangan, terkadang mereka menyusun cerita hidupnya yang memilukan, dan membuatnya seakan menjadi korban yang perlu dikasihani dan ditolong. Mereka cenderung memanfaatkan hati wanita yang lembut dan mudah kasihan, dan terkadang mereka rela menunjukkan kelemahan serta air mata hanya demi simpati wanita saja

4. Tipe Profesional

Tipe yang ini tidak butuh cinta, kasih sayang atau perhatian, yang mereka butuhkan adalah sosok yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, terutama dalam seks. Mereka juga tak akan peduli jika pasangan selingkuhnya sudah memiliki pasangan lain. Yang penting mau sama mau, suka sama suka.

5. Tipe Oportunis

Tipe yang satu ini memang sengaja berselingkuh untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya, bukan hanya dalam urusan seks, tetapi juga ekonomi, atau sekedar gengsi

6. Tipe Pemuja

Mereka berselingkuh hanya untuk mencari suatu kelebihan yang tidak ditemukan pada pasangannya. Misal, ras, bentuk tubuh, karakter, tinggi badan. Dan cenderung, mereka berganti-ganti pasangan, apalagi jika pasangan aslinya tidak seperti keinginannya


sumber : www.dhaniels.com

Tanda Tanda cewek suka sama cowok

1. Meletakkan jari di antara gigi. Jari yang saya maksud di sini tentu saja semua jari tangan (kecuali jari tengah) dan bukan jari kaki. Jari tengah tidak termasuk karena akan memberikan “makna yang berbeda”.

2. Mengedipkan matanya lebih sering daripada biasanya ketika berbicara dengan anda. Tapi harus anda pastikan dulu itu bukan karena kelilipan.

3. Memilin-milin rambut dengan jarinya ketika dia sedang menatap anda. Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana dengan wanita berjilbab?

4. Menatap mata anda dengan tatapan dalam dan pupil matanya membesar. Akan sangat susah melihat fenomena ini pada wanita yang mengidap katarak.

5. Ikut tertawa dengan anda ketika anda menertawakan suatu hal yang bahkan mungkin tidak lucu menurut dia. Ketika ngobrol dengan dia cobalah untuk menertawakan suatu hal yang jauh dari kategori lucu, dan perhatikan reaksinya.

6. Menyentuh pipi atau menggosok dagunya dengan lembut. Hal ini merupakan pertanda dia sedang berpikir bahwa dia merasa cocok dengan anda dalam beberapa hal.

7. Mengangkat alis kemudian menurunkannya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan bahwa dia tertarik dengan anda.

8. Berusaha mengikuti cara anda berbicara baik itu dari cepat lambatnya anda berbicara maupun tinggi rendahnya suara anda.

9. Menyentuh lengan, bahu, tangan atau paha anda ketika berbicara dengan anda.

10. Melipat kedua tangannya di atas meja ketika sedang berbicara dengan anda dengan cara meletakkan siku di atas punggung tangan yang satu, sementara tangan memegang siku yang lainnya dengan punggung tangan menghadap anda.


sumber : www.dhaniels.com

Tanda Tanda Ajal Kematian Akan Datang

Semua yang bernyawa pasti akan mati. Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kematian itu datang menjemput kita?? Bahkan kita tak tahu kapan kita akan mati. Tapi ada tanda-tanda yang mungkin bisa kita rasakan saat ajal kita sudah dekat & ada baiknya kita merenungi tanda – tanda kematian ini agar saat ajal menjemput, kita sudah siap menyambutnya dengan ikhlas.

Inilah tanda – tanda sebelum kematian itu datang :

1. TANDA 100 HARI SEBELUM HARI MATI

Ini adalah tanda pertama dari Alloh SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka – mereka yang dikehendaki-Nya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini tergantung pada mereka, sadar atau tidak.

Tanda ini akan terjadi biasanya sesudah waktu Ashar. Seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki akanmengalami getaran/seakan – akan menggigil. Contoh : Seperti sapi yang baru disembelih, jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati seakan – akan daging itu bergetar.

Bagi mereka yang sadar & berdetik di hati ‘mungkin ini adalah tanda kematian, maka getaran ini akan berhenti & hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan dunia tanpa memikirkan kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.

Bagi yang sadar akan tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan ditinggalkan sesudah mati.

2. TANDA 40 HARI SEBELUM MATI

Tanda ini juga berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusat tubuh kita akan berdenyut – denyut. Pada saat ini, daun yang bertuliskan nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arsy Alloh SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut & mulai mempersiapkan segala sesuatunya atas kita, diantaranya ia akan mulai mengikuti kita sepanjang hari.

Akan tiba saatnya malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas. Jika ini terjadi, mereka yang terpilih akan merasakan seakan – akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya hanya seseorang tapi kemampuannya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabut

3. TANDA 7 HARI SEBELUM MATI

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan penyakit/sakit, di mana orang sakit yang jarang mau makan tiba – tiba berselera makan.

4. TANDA 3 HARI SEBEBLUM MATI

Pada waktu ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita. Jika tanda ini bisa dirasakan, maka berpuasalah kita supaya perut kita tidak mengandung banyak najis & ini akan memudahkan orang yang akan memandikan kita.

Saat ini, bola mata kita tidak akan bersinar lagi & bagi orang yang sakit, bagian hidungnya akan perlahan – lahan jatuh, ini dapat dilihat jika kita melihatnya dari samping. Telinganya akan layu, di bagian ujung – ujungnya akan berangsur – angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terjulur akan perlahan – lahan jatuh ke depan & sukar di tegakkan.

5. TANDA 1 HARI SEBELUM MATI

Akan datang setelah waktu Ashar. Kita akan merasakan satu denyutan di bagian belakang, yaitu di bagian ubun – ubun, yang menandakan kita tidak akan sempat menemui waktu Ashar hari berikutnya.

6. TANDA AKHIR

Kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusat & hanya akan turun ke pinggang & seterusnya akan naik ke bagian tenggorokan.

Pada waktu ini hendaklah kita terus mengucap kalimat Syahadat & berdiam diri menantikan kedatangan malaikat maut. Sebaiknya bila sudah merasa tanda yang akhir sekali, mengucap dalam diam &jangan lagi bercakap – cakap.

Itulah tanda – tanda akhir dimana maut mulai menjemput kita. Wallaahu’alam, kita semua tidak ada yang tahu, tapi setidaknya kita mempunyai gambaran kapan kematian itu akan segera menjemput.




sumber : www.dhaniels.com

Rabu, 23 November 2011

Puisi : Rindu

disini
diantara kemeriahan dan bintang
aku memilih sunyi
dimana telah kutanam hektaran rindu untukmu
ketika malam berjatuhan
hingga terdampar dipagi

dan untuk kesekian kalinya
aku merasa kau begitu jauh
meski kita masih saling berteduh
dibawah langit yang sama


kekasihku  . .  .
jika kau percaya angin adalah satu
jika kau percaya samudera adalah biru
akan kunyanyikan rindu ini
lewat angin, lewat laut
lewat sunyi
dan denting malam



sumber : www.google.com